Diskriminasi Gender Secara Tidak Langsung

Diskriminasi tidak langsung merujuk pada situasi, peraturan, atau praktek yang kelihatannya netral tetapi pada kenyataannya membawa akibat adanya perlakuan yang berbeda bagi sebagian orang. Terjadi pengeluaran (exclusion) karena preferensi atau karena stereotip, dengan kata lain suatu undang-undang atau praktek yang netral memiliki pengaruh negatif bagi kelompok tertentu secara tidak proporsional.
 
Sebagai contoh:
- perusahaan-perusahaan lebih senang merekrut laki-laki dibandingkan dengan perempuan usia mengasuh anak, sebab mereka memperhitungkan bahwa perempuan tersebut akan lebih sering tidak masuk kerja karena kehamilan atau urusan keluarga
- posisi supervisor sering diisi oleh laki-laki karena perempuan dipandang tidak dapat menjadi pemimpin yang baik dibandingkan dengan laki-laki.
 
Sementara diskriminasi ‘de jure’ langsung antara laki-laki dan perempuan semakin berkurang karena sekarang ini banyak negara melarang diskriminasi berdasar jenis kelamin dan gender dalam hukum, diskriminasi langsung maupun tidak langsung terus berlangsung dalam praktek di banyak masyarakat dan tempat kerja dan biasanya membawa akibat pada posisi yang tidak menguntungkan bagi perempuan dan anak perempuan dalam masyarakat.
 
Jenis disikriminasi ini sering terjadi bukan karena disengaja oleh masyarakat, tetapi karena budaya dan adat dalam prakteknya lebih memihak laki-laki dan anak laki-laki serta mendudukkan perempuan dan anak perempuan dalam posisi kelas dua. Diskriminasi langsung maupun tidak langsung tidak boleh dikacaukan dengan konsep aksi positif atau diskriminasi positif yang merupakan salah satu alat penting untuk memerangi efek negatif dari berbagai diskriminasi yang kuat yang terjadi di masa lampau.


0 Response to "Diskriminasi Gender Secara Tidak Langsung"

Posting Komentar